Bagaimanakah Hukumnya Melaksanakan Shalat Hadiah?

Posted By on January 7, 2011

Jika anda bingung perihal istilah shalat hadiah yang saya jadikan judul pada postingan kali ini, berarti anda juga sama dengan saya saat baru pertama kali mengetahuinya. Istilah tersebut baru saya ketahui saat mendapatkan buletin mimbar Jum’at yang selalu dibagikan setiap kali shalat Jum’at. Pada buletin tersebut ada sebuah pertanyaan dari seorang ibu pada kolom konsultasi, untuk lebih jelasnya berikut pertanyaannya dan jawaban yang diberikan seputar shalat hadiah.

Pertanyaan :

” Di kampung kami ada tradisi melaksanakan shalat untuk orang mati yang disebut dengan shalat hadiah. Yang ingin saya tanyakan, kapankan shalat itu dilaksanakan dan bagaimana caranya “

Jawaban :

Untuk shalat hadiah ini, dengan tegas kami katakan tidak ada dasar dan dalilnya. Ada beberapa shalat sunnat yang dianjurkan Rasulullah untuk dilakukan, seperti shalat Dhuha, shalat Tahajjud, shalat sunnat rawatib, shalat Istisqa’, shalat Gerhana, shalat Istikharah, shalat Hajat, shalat Taubat, shalat Idul Fitri & Idul Adha, dan shalat Jenazah.

Jadi, tidak ada tuntunan Rasulullah mengenai shalat hadiah. Mengingat ibadah shalat adalah ibadah mahdhah, maka tidak ada ruang di sana bagi kita untuk membuat ibadah-ibadah shalat selain yang pernah diajarkan dan dilakukan Rasulullah SAW. Itu sama seperti menambah-nambah surat atau ayat dalam Al-Qur’an, hukumnya tidak boleh atau haram.

Jika ingin mendoakan orang yang sudah meninggal, maka cukup berdoa sebagaimana juga Rasulullah SAW mendoakan para syuhada, tidak ada shalat-shalat tertentu.

Sumber : H.M.Rahmatullah,Lc.,MA

About the author

Comments

12 Responses to “Bagaimanakah Hukumnya Melaksanakan Shalat Hadiah?”


  1. Jangan mempermasalahkan shalat hadiyah ini. Tujuan dari shalat hadiyah ini adlah baik, mendoakan kpd org yg sudah meninggal.
    Yang seharusnya dipersalahkan adalah orang yg tidak shalat sama sekali………..


  2. saya baru menemukan posting ini yg mengangkat ttg shalat hadiyah, sebelumnya juga saya merasa ragu. apa yg menjadi dasar mereka yg sering mlaksanakan shalat tersebut, apakah ada dasar hukumnya??? baru dari posting tersebut sy temukan.

    terima kasih atas informasi yg dimuat.


  3. Assalamu’alaikum warahmatullah,

    sy numpang bicara sedikit dg mas Rangga
    klo anda miliki pandanga spti itu mengapa jg kta mempermasalahkan org yg ga sholat tetapi masalahnya yg mengerjakan sholat hadiah itu tdk ada dasarnya klo anda bilang niat mereka baik betul tentunya niat baik yg akan mendapatkan balasan ialah yg berdasar sedangkan niat baik sj tdk ckp tnpa ada dasar dri syariat karena hukum asal ibadah terlarang sampi datang dalil, Assalamu’alaikum warahmatullah


  4. assalamu’alaikum warahmatullah,
    saya tertarik dengan sholat hadiah ini ,kebetulan tadi malam selepas sholat tarawih ustad memberikan ceramah tentang sholat hadiah ,yang intinya sholah hadiah itu akan meringankan beban / siksa di kubur ,apalagi yang mengerjakan adalah anak yg sholeh,dalam sabda nabi yg berbunyi : akan datang sustu saat yang benar benar menakutkan si mayit yaitu pada malam hari pertama setelah penguburanya .maka kasihanilah dan bantulah orang yang meninggal diantara kalian dengan membagi sedekah ,apabila tidak ada yang disedekahkan maka sholatlah diantara kalian sebanyak 2 rakaat ( al – bihar juz 91,hal 219 )


  5. ustadz katakan tidak ada dalilnya? apakah ustadz sudah menelaah satu persatu kitab2 hadits? mungkin sebaiknya jika mengatakan bahwa ustadz belum menemukan dalilnya. karena sesuatu yang belum kita temukan, belum tentu tidak ada. tp sy setuju untuk tidak melakukan shalat hadiah ini, karena belum jelasnya dalil tentang ini.


  6. YTH.

    Menurut saya Apa yang disampaikan Ust Rahmatullah sudah jelas dan rinci mengapa perlu diperdebatkan/dipermasalahkan lagi.


  7. Nabi Saww bersabda : “ Akan datang suatu
    saat yang benar-benar menakutkan si mayit
    (jenazah) yaitu pada malam hari pertama
    setelah penguburannya. Maka kasihanilah
    dan bantulah orang yang meninggal
    diantara kalian dengan membagi sedekah,
    apabila tidak ada sesuatu yang
    disedekahkan maka shalatlah diantara
    kalian sebanyak dua rakaat.” (Al-Bihar
    juz 91, hal 219)


  8. bray
    coba buka d kitab nihayatuz zain
    di situ ada pmbhasan mengenai sh0lat hadiah


  9. assalamu alaikum,,,,,,makasih atas smua infonya..


  10. tulisannya sangat memberikan pencerahan buta saya, terimakasih


  11. kalo kga pernah ngaji kitab yah kya gni,,,,baca di kitab nihayatu zein,,,klo kga bsa baca,,mndngan diem kga usah koar”,,,,dibilang ga ada dalillnya,,,klo ga pernh nyariyah kga bkalan ktmu mas bro


  12. Assalamu alaikum……..wahai saudara2 yg seiman semua yang antum katakan benar….dari sisi ilmu dan pengalaman masing2…tapi ga usah jadi fanatisme lah buat , yanto dan ridwansyah bagus, karena bicara dengan referensi م seandainya seorang yg dah gelar, LC.MA .lebih menyikapi referensi,dong ,LC NYA kayanya di amerika nih.

Leave a Reply